Sisi Keindahan Suasana Kota Lumajang dari Dulu hingga Kini
Macem-macem Photo

Dusun Danurojo 1925

Setelah melakukan pencarian yang panjang dan memerlukan kejelian dan kesabaran, akhirnya ketemu juga foto jaman dahulu tempat kelahiran saya yaitu di dusun Danurojo desa Gondoruso kecamatan Pasirian kabupaten Lumajang tentunya. Mengapa saya begitu getol ingin tahu keadaan tanah kelahiran saya, karena sekolah saya tepatnya di SD itu merupakan bekas bangunan pabrik Belanda dan otomatis pasti ada tersimpan foto yang berkaitan dengan Belanda di sini.

Walaupun ketemu cuma satu, namun saya patut bersyukur dan bangga bisa mempersembahkan foto dusun Danurojo ( teks asli foto Danoeredjo tahun 1925) dan setelah saya kroscek dengan orang tua di sana ternyata foto tersebut memang dusun Danurojo

Dan inilah fotonya... kira kira rumah nenek moyang saya dimana ya?

Pemandian Djarit 1925

Pemandian Jarit terkenal dengan nama Pemandian atau umbulan Tirto Wono, yang teletak di desa Jarit kecamatan Candipuro Lumajang, ternyata dari dulu sudah terkenal. Namun sayang sekarang gaungnya kurang begitu muncul sehingga sedikit wisatawan yang berkunjung ke sini.

Dan suasana pemandian Tirto Wono dari dahulu sungguh indah walau diselimuti kesederhanaan, sebagai buktinya telusuri gambar di bawah





Jalur Transportrasi Tekung Tahun 1900an

Warga Lumajang pencinta Loemadjang Foto Tempo doeloe yang berbagia. Kali ini saya akan berbagi tentang foto jalur tranportasi baik darat maupun air di sebelah timur kota Lumajang tercinta. Tepatnya yaitu di sekitar desa Tekung (= dalam ejaan lama disebutkan Toekoeng) dan Yosowilangun. Foto di bawah ini menunjukkan kondisi jalan serta sungai sangat asri dan sangat jauh berbeda dengan kondisi saat ini.

Gambar di bawah adalah jalan penghubung Lumajang dengan Yosowilangun (Jasawilagoen) sekitar tahun 1925

Dan Gambar di bawah adalah jalur transprtrasi sungai sekitar tahun 1925
  

Rakit untuk penyebrangan (dalam teks Belanda disebutkan Fery) yang dipakai nampak amat sederhana, namun dapat mengangkut beberapa orang dan tak terkecuali hewanpun ikut diangkut



Dan gambar jembatan di bawah ini agak lama banget karena tertera tahun 1900 dan terletak juga diwilayah kecamatan Tekung, tidak ada mobil dan yang nampak hanya sebuah dokar dan pepohonan disekitar jalan tumbuh dengan rimbun, tidak terbayang mungkin jalanan ini hanya dipakai pada siang hari saja.


sedangkan foto di bawah ini adalah jembatan perbatasan kabupaten Lumajang dengan Jember yang pada saat ini terkenal dengan jembatan Keting


demikian share saya dan jangan lupa komentarnya serta terima kasih atas kunjungannya saat ini 

Pembangunan Gladak Perak 1930-1940

Kita ketahui bahwasanya jembatan yang menghubungkan kabupaten Lumajang dengan Malang sudah dibangun sejak jaman dahulu . Dan terkenal dengan nama GLADAK PERAK, menurut cerita orang tua dahulu mengapa dinamakan demikian karena jembatan ini menghabiskan begitu banyak uang perak.

Berikut foto foto sekitar pembangunan Gladak Perak tempo dulu yaitu sekitar tahun 1930-1940

Jembatan awal sangat sederhana
Gladak Perak sudah selesai di bangun namun jembatan gantungnya masih dipakai

Tuan dan menir Belanda berpose di dekat GLADAK PERAK

Mobil Belanda mencoba melintasi jembatan


)
 
Support : Sing Nggawe Web iki Copyright © 2014. www.lumajang.org - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger