Sisi Keindahan Suasana Kota Lumajang dari Dulu hingga Kini
Macem-macem Photo

Jalur Transportrasi Tekung Tahun 1900an

Warga Lumajang pencinta Loemadjang Foto Tempo doeloe yang berbagia. Kali ini saya akan berbagi tentang foto jalur tranportasi baik darat maupun air di sebelah timur kota Lumajang tercinta. Tepatnya yaitu di sekitar desa Tekung (= dalam ejaan lama disebutkan Toekoeng) dan Yosowilangun. Foto di bawah ini menunjukkan kondisi jalan serta sungai sangat asri dan sangat jauh berbeda dengan kondisi saat ini.

Gambar di bawah adalah jalan penghubung Lumajang dengan Yosowilangun (Jasawilagoen) sekitar tahun 1925

Dan Gambar di bawah adalah jalur transprtrasi sungai sekitar tahun 1925
  

Rakit untuk penyebrangan (dalam teks Belanda disebutkan Fery) yang dipakai nampak amat sederhana, namun dapat mengangkut beberapa orang dan tak terkecuali hewanpun ikut diangkut



Dan gambar jembatan di bawah ini agak lama banget karena tertera tahun 1900 dan terletak juga diwilayah kecamatan Tekung, tidak ada mobil dan yang nampak hanya sebuah dokar dan pepohonan disekitar jalan tumbuh dengan rimbun, tidak terbayang mungkin jalanan ini hanya dipakai pada siang hari saja.


sedangkan foto di bawah ini adalah jembatan perbatasan kabupaten Lumajang dengan Jember yang pada saat ini terkenal dengan jembatan Keting


demikian share saya dan jangan lupa komentarnya serta terima kasih atas kunjungannya saat ini 

Pembangunan Gladak Perak 1930-1940

Kita ketahui bahwasanya jembatan yang menghubungkan kabupaten Lumajang dengan Malang sudah dibangun sejak jaman dahulu . Dan terkenal dengan nama GLADAK PERAK, menurut cerita orang tua dahulu mengapa dinamakan demikian karena jembatan ini menghabiskan begitu banyak uang perak.

Berikut foto foto sekitar pembangunan Gladak Perak tempo dulu yaitu sekitar tahun 1930-1940

Jembatan awal sangat sederhana
Gladak Perak sudah selesai di bangun namun jembatan gantungnya masih dipakai

Tuan dan menir Belanda berpose di dekat GLADAK PERAK

Mobil Belanda mencoba melintasi jembatan


Pak Harto Meninjau Korban Banjir Bondeli


Di Jawa Timur, Pak Harto menyinggahi tempat penampungan pengungsi korban banjir di kecamatan Pasirian kabupaten Lumajang. Beliau juga menengok dapur umum dan merasakan masakan yang akan dikirim kepada para korban. Pak Harto juga memberikan pidato sejenak untuk membesarkan hati para korban banjir yang sedang kesusahan. Presiden juga menganjurkan kepada para korban untuk bertransmigrasi ke luar Jawa, karena dengan bertransmigrasi akan lebih menyejahterakan para petani sebab lahan pertanian lebih luas daripada di pulau Jawa. Seusai melaksanakan serangkaian perjalanan penyamaran ini, rombongan menuju lapangan terbang Abdurachman Saleh, Malang untuk kembali ke Jakarta.
undefined
Akhirnya ditengah perjalanan, Presiden Suharto pun merasa lelah. Beliau duduk di tanah bersandarkan pagar yang terbuat dari bambu.
undefined

sumber

Banjir Bondeli

Ketika alam “berbicara’ memang tidak ada yang mengira akan seperti apa akibatnya. Begitu pula ketika banjir bandang merangsek kawasan lereng Gunung Semeru, desa Penanggal, Kecamatan Candipuro sebelah utara kota Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pertengahan tahun 1981.

Ratusan korban jiwa melayang hingga jasadnya ada yang ditemukan di kawasan pantai selatan Jawa Timur kala itu. Begitu pula ratusan rumah rata dengan tanah, puluhan sekolah rusak berat, ratusan hektar lahan perkebunan tertimbun tanah dan lumpur.
Setelah sebelumnya dilakukan survei pendahuluan, empat puluh empat jam kemudian, di bawah koordinasi Brimob Polri Kompi 25, Malang – tim yang terdiri dari pecinta alam Young Pioneer, ORARI, JTR Citizen Band Radio Club berpadu melakukan operasi SAR terhadap korban selama dua minggu. (Teks & foto : Lendy Widayana)



Di tengah reruntuhan
Mencari korban di tengah reruntuhan.



Menyisir
Momok anggota tim bantuan komunikasi SAR JTR menyisir korban di di antara tanah yang retak dan terbelah.





Komunikasi sangat vital dalam operasi SAR, seperti yang dilakukan oleh komandan tim SAR Brimob Kompi 25 di lereng G.Semeru.


sumber
)
 
Support : Sing Nggawe Web iki Copyright © 2014. www.lumajang.org - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger